Kata-kata yang slalu
menginspirasi ingin
mencoba keliling dunia:
“Jika klian msh muda, punya banyak waktu
luang, tidak memiliki terlalu banyak keterbatasan, maka berkelilinglah melihat dunia.
Bawa 1
ransel dpundak. Berpindah2 dari satu kota ke kota lain, dari satu desa ke desa
lain, dari satu lembah ke lembah lain, pantai, gunung, hutan, padang rumput, dsb.
Mnyatu dgn kebiasaan setempat, naik turun angkutan umum, menumpang atw menginap dirumah2, selasar
mesjid, penginapan murah meriah, nongkrong dipasar, ngobrol dengan banyak orang, menikmati
setiap detik proses tsb.
Maka, semoga pemahaman yang lebih bernilai akan datang dibandingkan
kalian hanya melewati pendidikan formal. Dan jelas, bapak kita tidak bisa menceritakan lebih
banyak soal Dataran Tibet sana dibandingkan kita melihatnya sndiri.”
|
Trus arungi gelombang
samudera dgn sampan kecil kalian! Kelak kapal2 besar yg akan karam akan butuh
"tangan" kalian!!!
(Ust.Mahfudz Shidiq)
|
Iman adalah mata yang terbuka,
mendahului datangnya cahaya
tapi jika terlalu silau, pejamkan saja
lalu rasakan hangatnya keajaiban
Saya tertakjub membaca kisah ini; bahwa Sang Nabi hari itu
berdoa.
Di padang Badar yang tandus dan kering, semak durinya yang
memerah dan langitnya yang cerah, sesaat kesunyian mendesing. Dua pasukan telah
berhadapan. Tak imbang memang. Yang pelik, sebagian mereka terikat oleh darah,
namun terpisah oleh ‘aqidah. Dan mereka tahu inilah hari furqan; hari
terpisahnya kebenaran dan kebathilan. Ini hari penentuan akankah keberwujudan mereka
berlanjut.
Doa itulah yang mencenungkan saya. “Ya Allah”, lirihnya
dengan mata kaca, “Jika Kau biarkan pasukan ini binasa, Kau takkan disembah
lagi di bumi! Ya Allah, kecuali jika Kau memang menghendaki untuk tak lagi
disembah di bumi!” Gemetar bahu itu oleh isaknya, dan selendang di pundaknya
pun luruh seiring gigil yang menyesakkan.
Andai boleh lancang, saya menyebutnya doa yang mengancam.
Dan Abu Bakar, lelaki dengan iman tanpa retak itu punya kalimat yang jauh lebih
santun untuk menggambarkan perasaan saya. “Sudahlah Ya Rasulallah”, bisiknya
sambil mengalungkan kembali selendang Sang Nabi, “Demi Allah, Dia takkan pernah
mengingkari janjiNya padamu!”
Hari ini kita belajar yuk dari seorang anak kecil. Cerita
ini saya dapatkan dari seorang guru di SMA dulu. Mudah-mudahan kita bisa
mengambil pelajaran darinya.
Suatu ketika seorang murid di sebuah SD bertanya pada
gurunya.
Dia bertanya dengan sangat polos. "Wahai guru, bisakah
seorang manusia terbebas dari sebuah kesalahan selama umur hidupnya???"
Si guru itupun menjawab dengan penuh kelembutan. "Tidak
mungkin anakku, karena sejatinya setiap manusia dilahirkan pasti akan melakukan
kesalahan."
Mendengar jawaban gurunya itu, si murid kembali bertanya:
Bagaimana jika setahun guru??? Bisakah manusia terlepas dari kesalahan dalam
setahun ???"
Si guru menjawab: "Tidak mungkin juga anakku."
Ternyata si anak ini semakin penasaran.
Ia kembali melontarkan pertanyaan kepada gurunya:
"Bagaimana jika dalam sebulan guru???."
Si guru pun tersenyum seraya berkata: "Tidak mungkin
juga anakku seorang manusia dalam sebulan bisa terlepas dari
kesalahan."
Anak ini kembali bertanya: "Klo sehari guru???
Bulan-bulan ini umat Islam di Indonesia sudah memasuki bulan Sya’ban
dalam sistem penanggalan Hijriyah. Tidak terasa sebentar lagi kita akan
berjumpa kembali dengan bulan suci Ramadhan. Hampir di setiap menjelang
atau awal dari bulan Ramadhan selalu muncul isu yang senantiasa muncul
dari tahun ke tahun. Isu tersebut tidak lain adalah mengenai penentuan
awal masuknya bulan Ramadhan.
Hal yang tidak jauh berbeda juga
dialami umat Islam Indonesia dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Padahal dalam menyikapi penentuan awal-awal bulan lain, isu ini sangat
jarang mencuat ke permukaan, bahkan bisa dibilang hampir tidak pernah
muncul. Sebutlah ketika dalam menentukan awal masuknya bulan Muharram,
Rajab, atau Sya’ban. Bahkan dalam pemberitaan Kompas dan Metronews
Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah sudah menetapkan bahwa awal Ramadhan
akan jatuh pada tanggal 20 Juli 2012 sejak jauh-jauh hari. Dan
kemungkinan besar sangat berpotensi untuk terjadi perbedaan kembali
dalam penentuan awal Ramadhan 1433 H ini disebabkan dalam pemberitaan
Media Indonesia, Ketua Lajnah Falakiyah PBNU mengatakan awal puasa
kemungkinan akan jatuh pada tanggal 21 Juli 2012.