Author: Unknown
•20.24

Kata-kata yang slalu menginspirasi ingin 
mencoba keliling dunia: 

“Jika klian msh muda, punya banyak waktu luang, tidak memiliki terlalu banyak keterbatasan, maka berkelilinglah melihat dunia.
Bawa 1 ransel dpundak. Berpindah2 dari satu kota ke kota lain, dari satu desa ke desa lain, dari satu lembah ke lembah lain, pantai, gunung, hutan, padang rumput, dsb. Mnyatu dgn kebiasaan setempat, naik turun angkutan umum, menumpang atw menginap dirumah2, selasar mesjid, penginapan murah meriah, nongkrong dipasar, ngobrol dengan banyak orang, menikmati setiap detik proses tsb. 
Maka, semoga pemahaman yang lebih bernilai akan datang dibandingkan kalian hanya melewati pendidikan formal. Dan jelas, bapak kita tidak bisa menceritakan lebih banyak soal Dataran Tibet sana dibandingkan kita melihatnya sndiri.”
Author: Unknown
•20.19

Trus arungi gelombang samudera dgn sampan kecil kalian! Kelak kapal2 besar yg akan karam akan butuh "tangan" kalian!!!

(Ust.Mahfudz Shidiq)
Author: Unknown
•09.51
Ramadhan telah bersiap menyapa kita di tahun ini. Gegap gempitanya mulai terasa dimana-mana. Anak-anak sudah mulai membunyikan petasan. Dhuaaaar!!! Suaranya bersahut-sahutan. Sesuatu yang lazim kita temui menjelang atau ketika Ramadhan hadir di tengah-tengah kita. Lihatlah spanduk Ramadhan bertebaran di segala penjuru kota, mulai dari masjid, kantor, sekolah, kampus, bahkan di jalan-jalan atau ruang publik lainnya. Hal yang sama bisa kita saksikan di layar-layar televisi. Seluruh stasiun televisi bersiap  menghadirkan acara-acara khusus Ramadhan ke pemirsanya. Semua stasiun televisi terlihat “lebih islami” dibanding bulan-bulan lain.

Acara-acara buka puasa pun tak kalah hebohnya, mulai dari masjid hingga hotel berbintang, bahkan tidak jarang acara ini menjadi ajang untuk bersilaturrahim atau reuni bagi kalangan tertentu, sebutlah contohnya para aktivis kampus. Pemakaman umum pun mulai dibanjiri para penziarah yang ingin mengirimkan doa bagi keluarga dan handai taulan yang telah mendahuluinya meninggalkan dunia yang fana ini. Melihat fenomena dan kenyataan di atas rasanya masyarakat Islam sudah terwujud. Mungkin saatnya para aktivis dakwah kampus “melempar handuk”, cita-citanya telah tercapai.

Hari-hari menjelang Ramadhan ini pun diisi dengan kisah mulai melambungnya harga-harga kebutuhan pokok. Inflasi kembali terjadi. Sesuatu yang lumrah terjadi saban tahun dalam menyambut Ramadhan. Tidak terkecuali para pengusaha, mereka menjadikan Ramadhan sebagai peristiwa yang dapat dipergunakan untuk tujuan multiguna, mulai dari menjual produk hingga merangsang konsumsi. Maka tidak heran kita sering mendengar istilah Bazar Ramadhan, Ramadhan Promo, Ramadhan Expo atau istilah-istilah lainnya. Biro-biro umrah pun tidak mau kalah. Para penyelenggara umrah dengan memanfaatkan sejumlah ustadz berhasil menggenjot perolehan peserta umrah dengan jumlah yang signifikan.
Author: Unknown
•18.24


Iman adalah mata yang terbuka,
mendahului datangnya cahaya
tapi jika terlalu silau, pejamkan saja
lalu rasakan hangatnya keajaiban

Saya tertakjub membaca kisah ini; bahwa Sang Nabi hari itu berdoa.

Di padang Badar yang tandus dan kering, semak durinya yang memerah dan langitnya yang cerah, sesaat kesunyian mendesing. Dua pasukan telah berhadapan. Tak imbang memang. Yang pelik, sebagian mereka terikat oleh darah, namun terpisah oleh ‘aqidah. Dan mereka tahu inilah hari furqan; hari terpisahnya kebenaran dan kebathilan. Ini hari penentuan akankah keberwujudan mereka berlanjut.

Doa itulah yang mencenungkan saya. “Ya Allah”, lirihnya dengan mata kaca, “Jika Kau biarkan pasukan ini binasa, Kau takkan disembah lagi di bumi! Ya Allah, kecuali jika Kau memang menghendaki untuk tak lagi disembah di bumi!” Gemetar bahu itu oleh isaknya, dan selendang di pundaknya pun luruh seiring gigil yang menyesakkan.

Andai boleh lancang, saya menyebutnya doa yang mengancam. Dan Abu Bakar, lelaki dengan iman tanpa retak itu punya kalimat yang jauh lebih santun untuk menggambarkan perasaan saya. “Sudahlah Ya Rasulallah”, bisiknya sambil mengalungkan kembali selendang Sang Nabi, “Demi Allah, Dia takkan pernah mengingkari janjiNya padamu!”
Author: Unknown
•17.32

Hari ini kita belajar yuk dari seorang anak kecil. Cerita ini saya dapatkan dari seorang guru di SMA dulu. Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran darinya.

Suatu ketika seorang murid di sebuah SD bertanya pada gurunya.
Dia bertanya dengan sangat polos. "Wahai guru, bisakah seorang manusia terbebas dari sebuah kesalahan selama umur hidupnya???"


Si guru itupun menjawab dengan penuh kelembutan. "Tidak mungkin anakku, karena sejatinya setiap manusia dilahirkan pasti akan melakukan kesalahan." 

Mendengar jawaban gurunya itu, si murid kembali bertanya: Bagaimana jika setahun guru??? Bisakah manusia terlepas dari kesalahan dalam setahun ???" 

Si guru menjawab: "Tidak mungkin juga anakku." Ternyata si anak ini semakin penasaran. 

Ia kembali melontarkan pertanyaan kepada gurunya: "Bagaimana jika dalam sebulan guru???." 

Si guru pun tersenyum seraya berkata: "Tidak mungkin juga anakku seorang manusia dalam sebulan bisa terlepas dari kesalahan." 

Anak ini kembali bertanya: "Klo sehari guru??? 
Author: Unknown
•12.28



Tidak terasa putaran waktu menggiring kita untuk dapat kembali menikmati sebuah bulan yang sangat mulia. Bulan yang para sahabat bahkan harus mempersiapkan sejak enam bulan sebelum kedatangannya. Ya, bulan Ramadhan akan kembali hadir di tengah-tengah kita. Tidak ada yang berubah dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya. Bahkan keutamaan Ramadhan zaman Rasulullah SAW dengan keutamaan Ramadhan tahun ini tidak ada yang berbeda, tidak bertambah serta tidak pula berkurang. Hanya kondisi hati dan keimanan kitalah yang senantiasa berubah dari tahun ke tahun. Dan semoga kondisi keimanan dan hati kita dalam keadaan yang terbaik dalam meraih tujuan Ramadhan kita nanti, yakni menjadi insan yang bertaqwa. Amiin...

Sebuah hadits dari Rasulullah, dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam menaiki mimbar kemudian bersabda: “Amin, Amin, Amin”. Kemudian dikatakan kepada beliau, “Wahai Rosulullah, apa (maksud) yang kami dengar ini?. Kemudian beliau bersabda: “Jibril telah mengatakan kepadaku, “Hinalah seorang hamba yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah satunya (masih hidup) namun hal itu tidak membuatnya masuk surga”. Aku berkata, “Amin”. Kemudian Jibril berkata, “Hinalah seorang hamba yang ia telah memasuki bulan Ramadhan namun tidak membuat (dosanya) diampuni, kemudian aku berkata, “Amin”. Kemudian Jibril berkata, “Hinalah seseorang yang (namamu) disebutkan padanya namun ia tidak mengucapkan sholawat, kemudian aku berkata, “Amin”. (Al ‘Adabul Mufrod 646 (1/225),Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani mengatakan, Hasan Shohih)
Author: Unknown
•09.31
Bulan-bulan ini umat Islam di Indonesia sudah memasuki bulan Sya’ban dalam sistem penanggalan Hijriyah. Tidak terasa sebentar lagi kita akan berjumpa kembali dengan bulan suci Ramadhan. Hampir di setiap menjelang atau awal dari bulan Ramadhan selalu muncul isu yang senantiasa muncul dari tahun ke tahun. Isu tersebut tidak lain adalah mengenai penentuan awal masuknya bulan Ramadhan.

Hal yang tidak jauh berbeda juga dialami umat Islam Indonesia dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Padahal dalam menyikapi penentuan awal-awal bulan lain, isu ini sangat jarang mencuat ke permukaan, bahkan bisa dibilang hampir tidak pernah muncul. Sebutlah ketika dalam menentukan awal masuknya bulan Muharram, Rajab, atau Sya’ban. Bahkan dalam pemberitaan Kompas dan Metronews Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah sudah menetapkan bahwa awal Ramadhan akan jatuh pada tanggal 20 Juli 2012 sejak jauh-jauh hari. Dan kemungkinan besar sangat berpotensi untuk terjadi perbedaan kembali dalam penentuan awal Ramadhan 1433 H ini disebabkan dalam pemberitaan Media Indonesia, Ketua Lajnah Falakiyah PBNU mengatakan awal puasa kemungkinan akan jatuh pada tanggal 21 Juli 2012.